Krisis Angaran, Epidemi Covid, dan Bencana Kerusakan Lingkungan

Krisis Angaran, Epidemi Covid, dan Bencana Kerusakan Lingkungan

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti AEPI

Punya uang banyak saja belum tentu mudah menyelesaikan masalah ini. Apalagi kalau sedang kesulitan uang, betapa sulitnya. Syukur kalau masih bisa tidur, sehingga punya waktu bermimpi. Demikian sulit masalah yang dihadapi Pemerintah saat ini.

Tiga masalah datang bersamaan di tahun 2021 yakni ;

1.Masalah keuangan negara dan BUMN akibat tata kelola APBN dan keuangan BUMN yang buruk. APBN defisit melebar hingga 1000 triliun lebih, dan tidak mungkin bisa ditutup oleh pemerintah dengan utang baru. Walaupun dapat utang baru, bagaimana mungkin bisa bayar bunga di masa mendatang.

2.Masalah pandemi corona sekarang mungkin telah menjadi epidemi yang membutuhkam uang besar untuk membeli vaksin, membeli obat, membeli alat kesehatan, dan menangani masalah dalam jangka panjang. Sementara corona terus meningkat dan konon belum mencapai puncaknya.

Sisi lain vaksinasi masih kontroversi dikarenakan perbedaan pendapat diantara banyak pihak dan mungkin akibat persaingan para produsen vaksin. Sementara untuk pengadaan vaksin pemerintah pusat belum pasti punya uang untuk mengatasi pandemi ini. Sri Mulyani akan memalak anggaran pemda  Rp 15 triliun untuk membeli vaksin.

3.Masalah akibat kerusakan lingkungan yang memicu bencana alam dimana mana di tanah air. Banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, puting beliung, gunung meletus, mengguncang lahir batin penduduk Indonesia.

Padahal korban bencana alam tahunan sejak awal pemerintahan ini belum pulih dari luka lahir batin. Membutuhkan biaya besar untuk memulihkan kehidupan  korban bencana. Sementara pemerintah tidak memiliki uang yang.cukup buat menolong rakyat. Buat mengamankan jalannya pemerintahan saja celengan sudah kering.

Itulah, bagi saya pertumbuhan ekonomi alias growth bukan lagi indikator yang penting, tak perlu lagi pemerintah bicara ini. Mengejar pertumbuhan ekonomi tidaklah mendesak dan tidak lagi menjadi pertanyaan publik. Hal yang paling mendesak adalah darimana pemerintah mendapatkan uang buat mengatasi ketiga masalah di atas, pukulan bertubi-tubi.

Memang ada UU No 2 tahun 2020 memberi kelekuasaan kepada pemerintah untuk mengambil utang di atas 3 persen GDP. Dan tahun lalu pemerintah berhutang 1000 triliun lebih sebagian besar dari penjualan SUN.

Tahun ini 2021 juga utang baru targetmya 1000 triliun lebih. Tapi utang luar negeri tidak mudah. Lembaga keuangan multilateral tidak menaruh Indonesia sebagai prioritas untuk dibantu atau ditolong. Bahkan Indonesia harus mau membantu tetangga-tetangganya. Mungkin lembaga keuangan multilateral sudah emoh. Atau jangan jangan mereka punya rencana lain buat Indonesia.

Utang lebih dari Rp 1000 triliun setahun sampai tahun 2023, akan diperoleh dengan menyedot uang bank, dana Jamsostek, dana haji, dana taspen, dana asabri, dan dana perusahaan asuransi serta dana pensiun BUMN, ke dalam Surat Utang Negara (SUN).

Sementara semua dana publik tersebut dirundung masalah korupsi yang parah. Akibat lain adalah liquditas di bank dan di masyarakat bisa kering kerontang, orang susah usaha dan susah belanja. Setelah situasi remuk redam akan datang  masalah baru yakni bayar utang, bayar bunga, bayar jatuh tempo, bayar pokok utang, semuanya  akan sangat berat, bukan hanya membahayakan keuangan negara, namun eksistensi negara.

Sementara samar-samar mulai terdengar rencana pemerintah cetak uang Rp 300 triliun, atau separuh dari jumlah uang beredar saat ini. Artinya jika terjadi maka  masayarat berpotensi kehilangan uang separuh karena digondol “tuyul” alias inflasi. Betapa berat ya, hanya dengan bersabar bisa menerima keadaan sekarang ini. Hanya dengan bahu membahu, gotong royong. Begitukah Sinuhun?

2 comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

2 Comments

  • Sharifah Isfahann
    January 27, 2021, 9:29 am

    PERUSAHAAN PINJAMAN RIKA ANDERSON
    Situs web: rikaandersonloancompany.webs.com
    Email Perusahaan ::::::: rikaandersonloancompany@gmail.com
    Panggilan: +1 (323) 689-3663
    Layanan Pelanggan Whatsapp: +1 (323) 689-3663

    Pemberi kesaksian ::::::: Sharifah Isfahann
    Negara ::::::: Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
    Akun Ambank ::::::: 09-12012-006-337
    Penguji :::::: +60133301368
    Email ::::::: sharifahisfahann54@gmail.com

    Saya dan suami ingin menggunakan media ini untuk bersaksi tentang perbuatan baik "RIKA ANDERSON LOAN COMPANY", pemberi pinjaman yang tergabung dalam "USA" yang menawarkan pinjaman internasional dalam hitungan menit ke seluruh negara Eropa, Afrika dan Asia.

    Nama saya Sharifah Isfahann dan saya meluangkan waktu untuk bersaksi. Mereka menawarkan pinjaman sebesar $ 45.000 sebesar 2% dan dalam waktu 24 jam. Saya melihat testimoni online tentang RIKA ANDERSON LOAN COMPANY. Saya menghubungi dan memproses pinjaman dan pinjaman saya ditransfer ke akun Ambank saya di Malaysia.

    Suami saya dan saya memiliki hutang yang sangat besar dengan debitur dan bank dan kami mencari pinjaman dari pemberi pinjaman yang berbeda tetapi semua datang untuk penipuan, malah mereka membawa kami ke lebih banyak hutang dan akhirnya meninggalkan kami untuk istirahat sampai saya bertemu dengan Bunda RIKA ANDERSON LOAN COMPANY dan mereka menawarkan pinjaman meskipun pada awalnya saya khawatir itu akan berakhir seperti perusahaan lain tetapi saya salah.

    Sekarang kami akhirnya melunasi hutang kami dan memulai bisnis baru dengan sisa uang dari pinjaman. Saya sangat menyarankan semua orang di internet yang sedang mencari pinjaman luar negeri untuk menghubungi RIKA ANDERSON LOAN COMPANY.

    REPLY
  • Pak. WIDODO
    February 23, 2021, 2:25 am

    Halo semuanya! Bantu saya berterima kasih kepada Bunda Esther

    Saya Widodo saya tinggal di Medan di Indonesia, saya telah mencari pinjaman selama beberapa tahun. Saya 6 kali menjadi korban penipuan dengan pemberi pinjaman palsu yang telah menghancurkan hidup saya, saya memang mencoba bunuh diri karena mereka. Karena saya punya hutang dan tagihan yang harus dibayar. Saya pikir ini sudah berakhir untuk saya, saya tidak lagi memiliki perasaan hidup. Saya hampir menyerah, tidak sampai saya mencari saran dari teman SISKA WIBOWO (siskawibowo71@gmail.com) yang kemudian mengarahkan saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal, Ny. ESTHER PATRICK yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 150 juta Rupiah dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau tekanan pada tingkat bunga lebih rendah dari 2%. (estherpatrick83@gmail.com)

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah pinjaman yang saya terapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, karena saya berjanji akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres . silakan hubungi ibu sekarang estherpatrick83@gmail.com

    Dan saya tahu sebagian besar dari Anda juga telah menjadi korban penipuan, Anda tidak perlu repot lagi karena saya harus menyampaikan kabar baik dan satu-satunya pemberi pinjaman yang dapat Anda percayai, Jadi saya tidak dapat menyimpan ini untuk diri saya sendiri sehingga saya harus mulai dengan membagikan kesaksian tentang mengubah hidup ini bahwa Anda dapat menghubungi saya melalui email (widodocepi@gmail.com) Ny. Esther Patrick Saya selamanya Bersyukur atas Segala yang telah Anda lakukan untuk saya.

    REPLY