OTT MENTERI KKP TITIK NOL PERBAIKAN SEKTOR KELAUTAN

OTT MENTERI KKP TITIK NOL PERBAIKAN SEKTOR KELAUTAN

Oleh : Ferdinand Hutahaean

 Pertama, saya menuliskan artikel pendek ini bukan karena saya seorang ahli kelautan atau seorang ahli perikanan. Saya tidak pernah mempelajarinya secara keilmuan tapi saya sering membaca artikel tentang kelautan dan perikanan serta nelayan meski tidak terlalu sering juga karena saya lebih sering membaca buku-buku atau artikel tentang Politik, Hukum, Intelijen, Filsafat dan Energi. Tapi saya jadi tertarik menulis ini karena ada penyebab. Penyebab pertama, saya bersama seorang pengusaha perikanan, pernah ingin ikutan berbisnis disektor Ekspor Benur Lobster ini dan berusaha mengurus ijin tapi belum apa-apa sudah gagal, tak bisa menembus tembok yang terpasang. Alasan kedua, sehari sebelum OTT yang dilakukan oleh KPK terhadap Edhy Prabowo sang Menteri Kelautan, saya bersama beberapa teman dan salah satunya pelaku usaha dibidang perikanan yang sedang kesulitan membangun Cold Storage diwilayah Indonesia Timur karena terbentur berbagai macam aturan yang lebih melindungi sesuatu yang tak perlu daripada meningkatkan pertumbuhan industri perikanan. Dan alasan ketiga adalah OTT KPK yang menjadikan Edhy Prabowo sang Menteri Kelautan sebagai tersangka.

Dari ketiga alasan diatas, saya tiba pada kesimpulan bahwa sektor Kelautan dan Perikanan ini butuh perbaikan serius. Perbaikan yang mencakup perbaikan mental pejabat, perbaikan cara berpikir pejabat agar tidak menelurkan keputusan yang mempersulit, dan perbaikan aturan lintas lembaga atau lintas kementerian yang pada akhirnya saling mengunci dan membuat kita tak bisa maju industrinya. Misalnya aturan-aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang menetapkan satu daerah tertentu sebagai Kawasan cagar yang dilindungi, padahal titik lokasinya kalau dibangun industri perikanan maka nelayan tak perlu jauh berlayar, hemat bahan bakar, ikannya banyak tentu akan membuat kehidupan para nelayan meningkat dan industrin perikanan kita meningkat untuk menopang titik-titik lumbung pangan yang sedang menjadi program Pemerintah yang terus digalakkan oleh Presiden Jokowi.

Dari 3 alasan saya diatas, 2 alasan terakhir tentang perbincangan saya dengan seorang sahabat yang sedang berupaya membangun Cold Storage diwilayah Timur Indonesia yang terbentur dan belum bisa dilaksanakan hingga kini menjadi sangat menarik. Hanya dengan alasan sebuah ketetapan soal cagar, industri perikanan kita menjadi sulit bertumbuh padahal ini jelas dampaknya akan mendukung pertumbuhan ekonomi diwilayah Timur Indonesia. Memang jadi aneh Ketika nelayan harus mengitari setengah pulau untuk menangkap ikan, padahal kalau dibangun dermaga ikan dan Cold Storage di sebelahnya, nelayan tak perlu memutar jauh yang menghabiskan banyak bahan bakar dan biaya operasional. Atas kesulitan-kesulitan ini saya tak heran mendengar OTT terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo.

Saya berharap, OTT ini akan menjadi titik nol perbaikan sektor kelautan dan perikanan, aturan-aturan diperbaiki agar industri perikanan tumbuh dan nelayan kita meningkat taraf hidupnya. Semoga Menteri baru KKP nanti memperhatikan ini…!![•]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply