Pengusaha Batubara Harus Ikut Tolong Negara

Pengusaha Batubara Harus Ikut Tolong Negara

Oleh: 

Salamuddin Daeng

Sudah lama perusahaan batubara menikmati uang miliaran dolar hasil tambang batubara. Bayangkan mereka menikmati untung besar ketika harga batubara di atas 100 dolar per ton.

Saat Itu adalah pesta mereka yang aling meriah. Dengan produksi mencapai 500 juta ton setahun, pemgusaha batubara indoneisa menghasilkan revenue 50 miliar dolar lebih dari batubara atau mencapai 750 triluh setahun. Mereka menikmati itu lebih dari lima tahun. Uangnya saya kira masih banyak di dalam simpanan atau deposito para pengusaha.

Sampai sekarang pun pengusaha batubara masih menikmati untung, karena masih mendapat kebaikan hati pemerintah melalui harga batubara DMO (domestik market obligation), karena harga DMO mengambil harga batubara terbaik.

Harga DMO sampai saat ini masih rata rata berada di atas harga rata rata batu bara di pasaran.

Pemerintah juga menetapkan harga batubara acuan (HBA) yang mengambil harga batubara terbaik di dunia. Harga batubara kalori tertinggi. Pengusaha sangat menikmati harga batubara acuan ini. Karena di atas harga batubara pada umumnya.!

Sementara harga batubara PLN masih juga masih mahal, karena PLN memang sudah terikat kontrak pembelian batubara dan tak bisa sewaktu waktu menegosiasikan harga.

PLN menggunakan harga batubara patokan pemerintah. Kesemuanya itu menghasilkan keuntungan bagi pengusaha batubara. Walaupun banyak pengusaha lain bangkrut di tengah copid,namun pengusaha batubara masih pesta. Walaupun pesta mereka tak semeriah pada saat harga batubara 100 dolar per ton. Tapi ya masih pesta lah.

Oleh karenanya alangkah baiknya menteri ESDM mengajak pengusaha batubara untuk urun rembuk, ikut menanggung beban ekonomi copid. Caranya mudah yakni agar mereka menjual batubara ke PLN serendah mungkin. Kalau bisa setengah harga DMO saat ini. Jika harga batubara Acuan (HBA) 50 dolar per ton, harga batubara DMO harusnya 40 dolar per ton. Harga pembelian PLN cukup 20 us dolar per ton.

Perusahaan raksasa batubara perlu di ajak bicara soal ini seperti adaro, Sinarmas, indika energi, KPC dll. Agar sama sama membantu negara dan rakyat dengan cara menjual batubara dalam negeri dengan harga separuh dari harga komersial. Hanya 100 juta ton dari 500 juta ton yang digali dari Indonesia sebagai negara eksportir batubara terbesar di dunia. [•]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply