Menyoal Logika Dan Kontribusi Kinerja Komisaris Pertamina

Menyoal Logika Dan Kontribusi Kinerja Komisaris Pertamina

Oleh: Defiyan Cori

Ekonom Konstitusi

Apa yang harus dilakukan sebuah perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak dan selama bertahun2 bergantung pada impor BBM dengan kebijakan Presiden mengurangi impor untuk mencapai kemandirian energi dan mengatasi defisit migas yang membengkak, sementara pada saat yang sama ada peluang harga minyak lagi murah namun sayang tidak punya storage (tempat penyimpanan) yang cukup untuk menampung walau dalam jangka panjang dapat menjadi pintu masuk mengurangi beban impor dan defisit migas yang menguras devisa atas selisih kurs?

Kami mengira tak mungkin jajaran Direksi BUMN dan Pertamina khususnya tak memperhitungkan perencanaan strategi manajemen ini untuk mengatasi beban-beban yang dihadapi, cuma Ahok yang menyampaikan opini begitu saja tanpa data yang jelas dan valid, seperti keinginan Menteri Koordinator Kenaritiman dan Investasi selama ini kepada para pengkritik pemerintah, yaitu jangan asal bunyi. Sikap Ahok ini bukan mencerminkan posisinya sebagai profesional dalam suatu jajaran manajemen perusahaan, dan cara seperti ini akan merusak harmoni dalam organisasi.

Soal UTANG adalah aib, maka perlu dipertanyakan kepada Ahok dalam kapasiitas sebagai Komut kalau bersedia menanggapi secara terbuka, yaitu:

1.Apa yang sudah anda lakukan semenjak dilantik jadi Komut Pertamina terkait beban Pertamina atas utang dan sekaligus adanya piutang berbagai pihak pada Pertamina, termasuk pemerintah?

2. Kalau utang adalah aib, apa saudara Ahok pernah berutang atau tidak sementara negara saja berutang? Kalau begitu logika Ahok, berarti negara yang sedang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dapat disimpulkan sedang berbuat aib.

3. Soal gaji dan berbagai fasilitas pimpinan dan jajaran BUMN, apa saudara Ahok tidak tahu bahwa ini wewenang Kementerian BUMN yang dipimpin oleh saudara Erick Tohir? Mengapa anda hanya mengambil contoh pada kasus Pertamina? Kenapa bukan BUMN Perbankan dan lain-lain?

Demikianlah harusnya memandang secara obyektif dan wajar (fair) posisi Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menghadapi beban permasalahan dan kontribusi yang telah dilakukan ditengah pandemi covid 19 jika diperbandingkan dengan BUMN lain, apalagi korporasi swasta.[•]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply