Energi Listrik Merupakan Hasil Konversi Energi

Energi Listrik Merupakan Hasil Konversi Energi

Oleh : Dwi Suryo Abdullah

Dalam dunia Industri khususnyaa yang berhubungan dengan energi perlu dikenal beberapa istilah agar mempunyai prespektif yang sama dalam mendiskusikan seluk beluk tentang konversi energi baik dari energi primer (minyak, gas, batubara) , menjadi energi sekunder (panas, mekanik,, listrik)

Mendiskusikan tentang energi tentunya hal yang sangat mendasar bahwa “energi itu tidak bisa diciptakan namun hanya bisa berubah bentuk* , secara umum benda atau obyek menyimpan energi dan besar-kecilnya energi yang tersimpan dalam obyek/benda tersebut menentukan daya darong/ kecepatan perpindahan benda yang menerima energi tersebut untuk berpindah / bergeser dari satu tempat ke tempat lain.
Energi untuk memindahkan benda obyek tersebut dengan ukuran kalor .

Kalor ialah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari satu benda pada benda lainnya akibat mengalami perbedaan temperature .

Saat dua benda yang memiliki perbedaan temperature dekatkan/ digabungkan maka kalor akan mengalir atau berpindah dari benda yang temperature tinggi ke benda yang temperature rendah.

Satuan kalor adalah kalori (cal) atau joule (J), sedangkan kalori merupakan banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air agar suhunya menjadi 1° Celsius. Sehingga Kalor dapat dirumuskan sebagai berikut :

rumus Kalor yaitu: Q = m . c . ∆T dimana
Q = energi kalor (kal) ;
m = massa (kg) ; c = kalor jenis (kal/gr.ºC) ;
∆t = perubahan suhu (ºC)

Sedangkan hubungan kedua satuan kalor yaitu antara Kalori dan Joule diilustrasikan dalam hukum joule dan azas black , dimana energi tidak dapat diciptakan namun hanya bisa berubah bentuk menjadi bentuk energi yang lain, misalnya dari energi panas menjadi putaran, energi gesekan menjadi energi mekanik, energi putaran menjadi energi listrik dll.
Sementara perbandingan antara energi listrik yang diberikan terhadap panas yang di hasilkan dapat dirumuskan sebagai berikut :

Q = a. W. —> konstanta “a” adalah faktor pengali untuk mengubah satuan W (Joule) menjadi dalam satuan kalori, agar kedua ruas mempunyai satuan yang sama .
Jadi : a = 1/(4,186)
= 0,239→ inilah tara kalor-listrik
Sehingga : 1 Joule = 0.239 Kalori

Dalam ilmu fisika Joule adalah satuan Internasional ( SI ) untuk energi, diambil dari usaha yang diberikan kepada benda/objek melalui kerja mekanik untuk memindahkan benda/ obyek tersebut sejauh 1 meter dengan gaya 1 newton.

Jadi : 1 Joule = 1 Newton Meter. (Nm), atau
W = F x r -> Usaha = Gaya x Jarak
Sementara untuk mendapatkan energi listrik sebesar 1 Joule dibutuhkan tegangan 1 volt yang dialirkan pada kawat pemanas sebesar 1 ampere dalam waktu 1 detik.
Bila dituliskan kedalam formula sebegai berikut : W = V x I x t (Watt detik) atau
W = P x t ( Watt detik)

Jadi apabila ada bola lampu pijar 100 Watt dialirkaan energi listrik selama 10 jam membutuhkan listrik 1 kWh atau setara dengan : 3.600 killo Joule

1 kWh = 1000 Watt x 3.600 detik [•]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply