MALING TERIAK MALING DI JIWASRAYA

MALING TERIAK MALING DI JIWASRAYA

Menjawab Tudingan Fitnah Keterlibatan SBY Di Jiwasraya

Oleh : Ferdinand Hutahaean

Sebuah link artikel oponi mendadak beredar luas ditengah masyarakat dan jelas artikel opini yang ditulis di Seword itu sengaja dipublikasi secara masif dengan tujuan tertentu. Link yang menuduh secara barbar dan brutal seolah SBY ada dibalik kehancuran Jiwasraya yang sesungguhnya dirampok para maling. Penyebarluasan artikel opini itu kemudian dibumbui lagi dengan berita konyol yang disiarkan bahkan berhari hari soal main kerajaan-kerajaan di Purworejo yang berujung pidana. Targetnya apa? Dugaan kuat adalah untuk memenuhi ruang publik dengan informasi baru guna menutupi informasi lainnya yang sedang jadi perhatian publik. Misalnya informasi dan berita tentang OTT KPK terhadap Komisioner KPU dan Kader Partai Penguasa PDIP yang bahkan diduga melibatkan peran Hasto sang Sekjen yang mendadak diare kala itu.

Seword yang menulis sangat tendensius seperti tak lagi memiliki rasa takut untuk menebar fitnah dan merusak nama baik seseorang. Terlebih ini yang difitnah adalah Presiden Republik Indonesia Ke 6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY. Terlalu berani dan nekad. Mengapa? Disinilah dugaan bahwa memang penguasalah yang memamfaatkannya dan menggunakannya dengan melempar nama besar SBY untuk menutupi sesuatu yang besar. Mudah ditebak arahnya, fitnah saja SBY, maka perhatian rakyat mudah dialihkan. Dikiranya rakyat masih bodoh bisa dengan mudah percaya terhadap fitnah.

Tuduhan atas keterlibatan SBY dalam kehancuran Jiwasraya yang dirampok para maling adalah tuduhan barbar dan brutal. Tidak memiliki nilai kebenaran sama sekali dan jelas fitnah kotor. Penulis Seword cuma sewot saja menuduh SBY tapi tak mampu menjelaskan peran dan keterlibatan apa yang dilakukan SBY dalam kehancuran Jiwasraya. Penulis hanya merujuk referensi pada sebuah buku yang ditulis George Aditjondro yang sudah mati dan pernah meminta maaf kepada pihak SBY karena bukunya adalah fitnah dan Aditjondro pernah dipidana atas fitnah itu. Sekarang Seword merujuk itu sebagai referensi tuduhan fitnahnya kepada SBY, ini konyol dan mungkin bisa dikategorikan bodoh. Tapi bagi mereka penulis Seword itu mungkin tak perduli soal kebenaran dan soal akurasi data dan fakta yang penting bisa memfitnah dan menciptakan isu.

Opini terus dikembangkan menuduh SBY dan pemerintahannya. Jiwasraya dituding rusak sejak 2006, tapi fakta sekarang Kejaksaan Agung menetapkan para tersangka maling uang Jiwasraya adalah atas peristiwa hukum yang terjadi bukan pada periode pemerintahan SBY tapi pada periode pemerintahan Jokowi yang dulu menteri BUMN nya bernama Rini Soemarno. Apakah fakta nyata ini masih tidak bisa dilihat oleh masyarakat? Saya ulangi sekali lagi bahwa seluruh tersangka Jiwasraya yang ditahan Kejaksaan saat ini adalah pelaku yang merugikan Jiwasraya dengan peristiwa hukum yang tidak dilakukan pada tahun 2006.

Dengan demikian, fapat dipastikan bahwa tudingan barbar dan brutal Seword kepada SBY adalah fitnah belaka karena memang keterlibatan itu tidak pernah ada dan tidak ada yang bisa menjelaskan peran SBY atas perampokan Jiwasraya yang dilakukan oleh para malingnya periode 2014-2019 bukan 2006, atau dalam bahasa terangnya disebut maling teriak maling. [•]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply