Hari Teknologi Nasional  Momentum Memperingati Jasa Para Pejuang Teknologi Indonesia

Hari Teknologi Nasional  Momentum Memperingati Jasa Para Pejuang Teknologi Indonesia

Oleh: M Ibnu Fajar

Agak terkejut tapi rasanya benar juga apa yang di ungkapkan oleh Wapres, Pak JK pada acara Hari Teknologi Nasional, “Kita tak bisa maju dengan upacara seperti ini saja. Kadang-kadang kita cepat puas dengan datang ke acara seperti ini saja. Kita lupa ke lab, banyaknya ke acara, ke resepsi. Padahal kemajuan itu ada di lab, bukan di upacara,” paparnya.

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika diskusi dengan seorang kawan dosen sekaligus peneliti dan inventor dari salah satu Universitas Negeri terkemuka di Indonesia, beliau menciptakan teknologi Soil Stabilizer yaitu teknologi bahan kimia yang apabila di campur dengan tanah dapat berfungsi pengganti beton dengan tingkat kekerasan yang melebihi beton. Terbayang oleh saya berapa banyak waktu dan uang yang dapat di hemat jika teknologi ini di aplikasi kan dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang sedang di canangkan oleh pemerintah saat ini. “Ini 100% karya anak Indonesia pak” begitu yang diucapkannya di akhir diskusi dengan nada bangga dan terharu.

Masih terngiang di benak saya juga ketika 15 tahun yang lalu saya di undang oleh salah satu petinggi IPTN di Bandung dalam rangka membicarakan wacana kerjasama teknis antara perusahaan jasa perminyakan yang bermarkas di Houston tempat saya bekerja pada saat itu dengan IPTN, beliau mengatakan “teknologi bikin pesawat itu teknologi yang paling tinggi tingkat kesulitannya, jadi kalau cuma diminta bikin peralatan perminyakan rasanya kawan-kawan di IPTN bisa dengan mudah membuatnya, apalagi teknologi peralatan dan mesin disini sangat lengkap dan canggih..” terbayang kembali imajinasi saya berapa banyak devisa yang bisa dihemat kalau sebagian peralatan industri perminyakan dibuat di IPTN.

Melihat kemampuan dan keahlian kawan-kawan inovator dan inventor rasanya kita sebagai anak bangsa tidak kalah dibandingkan dengan ahli-ahli dari luar negeri. Bukan cuma untuk sektor infrastruktur dan perminyakan saja tapi juga di hampir semua sektor. Bahkan saya dapat informasi juga ada peneliti dari salah satu Universitas di Indonesia yang menemukan teknik mikrobiologi penyubur tanah tanpa menggunakan pupuk tapi menghasilkan padi 2 kali lipat produksinya, dan ini sudah di ujicobakan di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Masih banyak lagi inovator dan inventor Indonesia yang masih tetap setia berkarya untuk kemajuan bangsa, namun sampai kapan kawan-kawan inventor dan inovator ini dapat bertahan untuk melakukan serangkaian riset dan penelitian guna menghasilkan teknologi yang bermanfaat untuk bangsa dan negara di tengah situasi seperti yang di ungkapkan oleh wapres Pak JK pada saat memperingati Hari Teknologi Nasional ?

Jawabannya adalah tetap optimis dan tetap semangat untuk berkarya dan kembalikan para peneliti kita kepada tempatnya serta dengan dukungan penuh dari pemerintah dan pengusaha sebagai “end user” dari penemuan-penemuan tersebut.

Hampir semua kementerian juga memiliki pusat penelitian dan pengembangan (litbang) sama seperti perusahaan yang biasa disebut R&D yang merupakan “jantung” dari kegiatan bisnis mereka. Ini juga sebenarnya dapat dioptimalkan untuk pusat-pusat kegiatan riset seperti perusahaan-perusahaan yang biasanya melakukan penelitian dan pengembangan produknya.

Kembalikan marwah litbang sebagai “jantung” yang memompakan darah teknologi baru dan inovasi serta penemuan- penemuan yang berorientasi kepada nilai tambah kita sebagai bangsa. Selamat Hari Teknologi Nasional.[•••]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply