Pertamina Kantongi Kredit Sindikasi USD1,85 M Untuk Proyek JBT

Pertamina Kantongi Kredit Sindikasi USD1,85 M Untuk Proyek JBT

Jakarta, Situsenergy.com

PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha PT Pertamina (Persero), berhasil menyepakati pendanaan senilai USD1,85 miliar dari konsorsium 12 bank untuk membiayai Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB). Kesepakatan pendanaan ini merupakan salah satu yang terbesar di lingkungan Anak Perusahaan Hulu Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan, dalam transaksi ini MUFG Bank menjadi penasihat keuangan, facility agent, dan lead arranger. Sementara ada 12 bank sindikasi dimana tiga di antaranya adalah bank BUMN BRI, Mandiri, dan BNI.

Fajriyah menambahkan, kesepakatan bisnis itu memiliki struktur pembiayaan hybrid yang unik, yaitu menggabungkan pembiayaan konvensional dan, untuk pertama kalinya, pembiayaan syariah di bawah skema trustee borrowing (pinjaman wali amanat). Tiap bagian (tranche), konvensional dan syariah, memberikan fasilitas pembiayaan proyek dengan dua tenor, yaitu 10 dan 15 tahun.

“Kepercayaan sindikasi 12 bank terhadap PEPC dalam pengelolaan Proyek JTB menunjukkan kredibilitas PEPC di mata lembaga keuangan internasional. Hal itu dapat menjadi contoh bagi skema pembiayaan proyek lain yang dikelola anak usaha Pertamina,” ujar Fajriyah dalam keterangan persnya, Jumat (2/8).

Sementara itu, Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan, menyatakan hingga Semester I 2019, kemajuan pembangunan proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi JTB menunjukkan kinerja yang positif dari aspek konstruksi ataupun pengeboran. PEPC sendiri ditugasi untuk mengawasi pengembangan dan operasi proyek yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional, sekaligus termasuk dalam kategori Proyek Prioritas ini.

“Kemajuan konstruksi Gas Processing Facilities (GPF) telah melampaui target di angka 25 persen atau lebih cepat 1 persen dari target 24 persen,” ujar Jamsaton.

Proyek pengembangan dan pemrosesan gas JTB, lanjut Jamsaton, terdiri dari pengembangan cadangan gas terbukti serta pembangunan dan pengoperasian fasilitas pemrosesan gas dan jaringan pipa di Jawa Timur. Proyek dengan kapasitas produksi penjualan gas sebesar 192 MMSCFD dan cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF) ini ditargetkan beroperasi pada 2021.

Menurutnya, proyek JTB berperan dalam menegakkan kedaulatan energi nasional sebab gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang, yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas), anak perusahaan Pertamina lainnya, untuk menjadi andalan dalam memenuhi permintaan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gas akan dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Jawa Tengah dan PLTGU Jawa-3 di Jawa Timur dan ditargetkan akan membangkitkan listrik sebesar 779 MW, sebagai bagian dari mega proyek pembangkit listrik 35 GW.

“Teknologi yang digunakan dalam Proyek JTB, dirancang guna mendapatkan keandalan operasi dan aspek ramah lingkungan untuk berproduksi selama 25 tahun,” tambah Jamsaton. (DIN)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply