Pengamat : Genjot Sektor Pertanian, Pembentukan Badan Karantina Mendesak Di Sulteng

Pengamat : Genjot Sektor Pertanian, Pembentukan Badan Karantina Mendesak Di Sulteng

Jakarta, linkpublik.com

Pengamat Ekonomi Pertanian dari Universitas Trilogi, Muhammad Karim, menilai wacana Menteri Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, untuk membuka kantor cabang Badan Karantina Pertanian di Sulawesi Tengah akan berdampak positif. Dengan adanya Badan Karantina ini diyakini bakal mendorong nilai tambah komoditas pertanian, terutama akses produksi ke pasar internasional.

Dia menambahkan untuk sektor pertanian memang diperlukan gebrakan baru agar sektor ini turut serta memberikan kontribusi yang lebih tinggi untuk pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui kinerja sektor pertanian khususnya kinerja ekspor masih relatif rendah.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian hanya memberikan kontribusi 1,54 persen dari capaian ekspor pada Juni 2018 kemarin sebesar USD13 miliar. Dibandingkan Mei 2018 kinerja sektor ini jeblok sebesar 35,20 persen menjadi USD0,20 miliar. Secara tahunan juga demikian turun 35,21 persen.

Kumulatif sejak Januari – Juni 2018, ekspor produk pertanian hanya menyumbang USD1,58 miliar dari total USD88,02 miliar. Capaian ini lebih buruk dibandingkan hasil diperiode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar USD1,71 miliar. Jumlah tersebut hanya mampu menyumbang 1,80 persen dari kinerja ekspor kumulatif.

“Arahan dibukanya cabang Badan Karantina Pertanian ke daerah di wilayah Sulawesi Tengah merupakan afirmasi strategis sehingga bisa memperkuat akses pasar ekspor kita,” ujar Karim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/6).

Karim menganggap, selama ini pasar produksi ekonomi pertanian nasional, khususnya dari daerah, masih tergolong kurang baik disebabkan kendala akses penunjangnya dan infrastruktur. Oleh sebab itu dengan terbentuknya cabang Badan Karantina Pertanian ke daerah ini diyakini dapat mendukung pencegahan dan berkurangnya dampak penyelundupan komoditas pertanian.

“Jadi kalau ada Badan Karantina Pertanian yang terjangkau itu kan bisa segera terdeteksi bila ada misalnya penyelundupan,” ucap Karim. (DIN)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply