Pemerintah Berlakukan Tarif Integrasi Tol JORR Mulai 20 Juni, Jauh Dekat Rp15.000

Pemerintah Berlakukan Tarif Integrasi Tol JORR Mulai 20 Juni, Jauh Dekat Rp15.000

 

Jakarta, LinkPublik.com

Penerapan tarif tol JORR jauh-dekat Rp 15.000 yang rencananya mulai pada 13 Juni 2018 kemarin, akhirnya ditunda hingga 20 Juni 2018 mendatang. Alasan penundaan itu adalah untuk memberikan waktu bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam melakukan sosialisasi kepada pengguna tol.

Hal itu disampaikan melalui siaran pers bersama PT Jasa Marga Tbk, PT Hutama Karya Tbk, PT Marga Lingkar Jakarta, PT Jakarta Lingkar Baratsatu, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta, dan PT Jasamarga Tollroad Operator.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, tak hanya pengintegrasian tol dan tarifnya saja yang akan diberlakukan pada 4 ruas tol JORR, melainkan juga akan dilakukan rasionalisasi tarif dari yang semula terdapat 5 golongan tarif, menjadi hanya 3 golongan tarif saja. Meski demikian, Herry memastikan BUJT tidak akan menderita kerugian dengan adanya kebijakan tersebut.

“Potensial lose dengan adanya perubahan sistem transaksi dan rasionalisasi tarif memang ada, tapi itu sudah diantisipasi oleh BUJT. Memang saat ini tarif untuk golongan 3,4 dan 5 adalah yang paling tinggi, tapi hal itu dikompensasi oleh BUJT dengan pengeluaran biaya perbaikan yang tinggi akibat truk kelebihan beban. Kedepan, ini akan sangat disiplin. Kelebihan muatan tidak akan ditolerir,” ujar Herry saat dikonfirmasi via sambungan telpon, Kamis (14/6).

Adapun seksi Jalan Tol JORR yang akan diintegrasikan itu meliputi Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Ciledug-Ulujami. (SNU)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply