Tak Sejalan Dengan Bursa Regional, IHSG  Pagi Ini Kembali Dalam Tekanan

Tak Sejalan Dengan Bursa Regional, IHSG  Pagi Ini Kembali Dalam Tekanan

Jakarta, LinkPublik.com

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Selasa (8/5) kembali mengalami tekanan. Berbeda dengan bursa regional Asia yang mayoritas naik, IHSG justru terkoreksi -61 poin atau -1,05 persen ke level 5.823,18.

Sembilan sektor kompak melemah, dimana sektor infrastruktur menjadi yang terparah dengan nilai koreksi 2,58 persen, diikuti oleh sektor Barang Konsumer dan Manufaktur yang masing-masing terkoreksi -1,98 persen dan -1,45 persen. Sedangkan sektor Perkebunan menjadi satu-satunya sektor yang melaju ke zona hijau dengan penguatan +0,19 persen.

Sebanyak 83 saham bergerak menguat, 92 bergerak flat atau mendatar dan 156 saham bergerak turun.

Jual bersih asing pagi ini mencapai Rp 97,22 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp50,2 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp23,8 miliar, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp11,4 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang dibeli bersih asing, antara lain seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 11,8 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp8,2 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp3,5 miliar

Sementara itu, bursa regional Asia pada pagi ini dibuka cerah. Seperti pantauan pada pukul 08:27 WIB, tampak indeks Nikkei 225 menguat 0,21 persen. Indeks Hang Seng naik 0,43 persen ke 30.123. Indeks Taiex menanjak 0,24 persen ke 10.629. Kospi menguat 0,41 persen ke 2.471. ASX 200 naik 0,38 persen ke 6.107 dan FTSE Malaysia naik 0,09 persen ke 1.829. Hanya Straits Times yang terkoreksi 0,13 persen ke 3.528.

Sebagaimana diketahui, pada penutupan perdagangan awal pekan kemarin, Senin (7/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat +93 poin atau +1,6 persen ke level 5.885,10.

Delapan sektor mengalami penguatan, dimana sektor perkebunan yang menguat +14,8 persen sebagai lokomotif penguatan, diikuti oleh sektor Infrastruktur dan Properti yang masing-masing menguat +13,4 persen dan +11,3 persen. Sementara dua sektor yang mengalami koreksi adalah sektor Industri dasar (-12,6 persen) dan sektor Pertambangan (-7,2 persen). (SNU)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply