Utang Luar Negeri RI Menghawatirkan, Ekonom Minta Pemerintah Reformasi Perpajakan

Utang Luar Negeri RI Menghawatirkan, Ekonom Minta Pemerintah Reformasi Perpajakan

Jakarta, LinkPublik.com 

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengingatkan pemerintah bahwa jumlah utang luar negeri Indonesia yang saat ini sudah diatasi Rp4000 triliun merupakan hal yang sangat menghawatirkan. Pemerintah pun diminta berbenah terkait aturan perpajakan agar jumlah utang luar negeri Indonesia tidak terus bertambah akibat devisit pemasukan pajak.

“Saya yakin ada batasnya utang itu. Revisi UU KUP, PPh, PPN menjadi mendesak dan perlu dipertimbangkan,” ujar Lana di Jakarta, Jumat 16 Maret 2018.

Lana menyebut, tax ratio yang rendah menjadi alasan utang pemerintah terus bertambah. Ditengah ekspansi fiskal untuk menggenjot infrastruktur, namun sayangnya hal itu tidak disertai dengan penerimaan yang cukup menjadi alasan utang terus bertambah.

Reformasi perpajakan yang mencakup Undang-Undang KUP, PPh, PPN pun menjadi solusi agar utang tak terus bertambah. Menurutnya, jika pemerintah mampu menutup kebutuhan belanja dengan pajak, maka utang luar negeri bisa dikesampingkan.

“Yang penting bagaimana komitmen pemerintah untuk menyelesaikan ini. Rp4000 triliun (Utang RI) sudah terlalu tinggi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, total utang pemerintah terus mengalami kenaikan. Pada akhir Februari 2018, posisi utang pemerintah mencapai 29,24 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sekitar Rp 4.034,80 triliun. (SNU)

1 comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Ayos
    March 19, 2018, 10:48 am

    Bahaya ini utang luar negeri terus meningkat, Pak Jokowi tolong anda kontrol menteri-menteri anda dan pastikan utang itu benar-benar untuk hal yang produktif

    REPLY